Sabtu, 12 November 2016

 ASAL-USUL PANUMBANGAN (Versi 2)
 
Dahulu kala, terdapat sebuah kampung kecil yang tentram di kaki Gunung Sawal. Jumlah rumah di pemukiman tersebut tidak banyak, hanya tujuh rumah saja. Kerangka dan lantai rumah-rumah tersebut terbuat dari kayu, menggunakan atap ijuk dan berdinding anyaman bambu. Anyaman bambu dalam bahasa Sunda disebut bilik. Konon, keberadaan sebuah tempat bernama Pasir Bilik berkaitan dengan kisah ini.

Syahdan, terdapatlah seorang gadis cantik di kampung tersebut, yang bernama Nyi Mas Numang. Ia berparas ayu dan tutur katanya lemah lembut memikat hati. Tak heran, banyak pemuda yang berminat mempersuntingnya. Salah seorang di antaranya adalah seorang pangeran yang gagah perkasa.

Sang Pangeran mengajukan keinginannya, tetapi sayang, ternyata hanya bisa pulang dengan tangan hampa. Ternyata, sang gadis pujaan telah memiliki pilihan hati yang amat dicintainya. Tak lain, pemuda yang beruntung itu adalah temannya semenjak kecil. Orang-tua Nyi Mas Numang sendiri sebenarnya menginginkan anaknya berjodoh dengan pangeran tersebut, tetapi kesetiaan anaknya tak dapat ditawar-tawar.

Sang Pangeran sakit hati dan murka. Ia kemudian menendang sebuah kuali besar (bahasa sunda: kancah), hingga terbang terpental akibat kekuatan kesaktiannya. Tempat hinggapnya kuali tersebut kini dikenal dengan nama bukit Kancah Nangkub.

Nyi Mas Numang konon kemudian diusir oleh orang-tuanya. Ia kemudian pergi bersama kekasihnya ke kaki bukit Kancah Nangkub. Di tempat itu ia tak henti-hentinya menangis, karena cintanya harus ditebus dengan pengusiran oleh orang-tuanya.

Air matanya itulah yang konon kemudian menjadi mata air yang hingga kini disebut Cipanumbangan, yang berasal dari kata ‘cipa’, asalnya ‘cipanon’ (air mata), dan ‘numangan’, asalnya dari kata ‘numangan’ (Nyi Mas Numang). Mata air tersebut menjadi sumber dan hulu sungai yang mengalir di wilayang Panumbangan dan Tanjungmulya.

(Sumber)

Minggu, 08 Maret 2015

Contoh dan Macam-Macam Majas

  Majas atau biasa disebut Gaya Bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan.



Macam Macam Majas

1). Majas Perbandingan

Majas perbandingan terdiri atas beberapa majas seperti berikut.

a. Majas Perumpamaan atau Simile

Majas Perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua aspek yang berlainan, tetapi dianggap sama. Perbandingan tersebut ditandai dengan penggunaan kata-kata pembanding, misalnya: seperti, sebagai, bagai, ibarat, umpama, bak, dan laksana.

Contoh:
1) Ibarat mendapat durian runtuh, Hana sangat senang mendapat hadiah sepeda motor baru.
2) Wajahnya kuyu sebagai tentara kalah perang.

b. Majas Metafora

Majas Metafora adalah majas yang membandingkan dua aspek secara langsung, tanpa menggunakan kata-kata pembanding.
Contoh:
1) Para pejuang gugur sebagai bunga bangsa.
2) Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, Pak Bayu memang pantas mendapat penghargaan.

c. Personifikasi atau Penginsanan

Majas Personifikasi adalan majas yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Contoh:
1) Matahari tersenyum cerah menyambut pagi.
2) Dengarlah, jeritan angin sungguh menyayat hati.

d. Antitesis

Majas Antitesis adalah majas yang membandingkan kata-kata berlawanan arti.
Contoh:
1) Maju mundurnya perusahaan ini tergantung pada kepemimpinan para manajer dan direktur.
2) Lega hatinya karena anaknya lulus SMA, tetapi sesak hatinya manakala memikirkan biaya anaknya masuk perguruan tinggi.

2. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan terdiri atas beberapa majas sebagai berikut.

a. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan berlebih-lebihan.
Contoh:
1) Tulisan Dian yang dimuat di majalah itu sangat sempurna, tanpa ada kekurangan dan kesalahan satu pun.
2) Jamal memang anak yang amat sangat pandai dan pintar.

b. Litotes

Majas Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu lebih rendah daripada yang sebenarnya.
Contoh:
1) Silakan mampir ke gubuk kami, Bu.
2) Kalau Anda tidak keberatan, mari kita bersama-sama naik gerobak kami.

c. Ironi

Majas Ironi adalah majas yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud untuk mengolok-olok. Majas Ironi ini menyindir dengan halus.
Contoh:
1) Ini baru pukul delapan, mengapa kamu sudah bangun?
2) Pejabat yang bijaksana itu telah menggunakan uang negara untuk kepentingan sendiri.

d. Paradoks

Majas Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta yang ada.
Contoh:
1) Dimas merasa dekat dengan kakaknya walaupun mereka tinggal berjauhan.
2) Kami merasa terjajah di tengah-tengah masyarakat yang sudah membaca.

3. Majas Pertautan

Majas Pertautan terdiri atas beberapa majas sebagai berikut.

a. Metonimia

Majas Metonimia adalah majas yang menggunakan nama diri yang ditautkan dengan orang atau barang.
Contoh:
1) Tolong ambilkan aqua di lemari es!
2) Kami tamasya ke pantai mengendarai kijang.

b.Eufemisme

Majas Eufemisme adalah majas yang berupa ungkapan lebih halus untuk mengganti ungkapan yang lebih kasar.
Contoh:
1) Mereka yang kekurangan makanan akan segera diberi bantuan,
2) Siswa yang kurang kemampuannya mendapat perhatian khusus.

c. Paralelisme

Majas Paralelisme adalah majas yang berusaha mencapai kesejahteraan dalam pemakaian kata-kata atau frasa yang menduduki fungsi sama dalam bentuk gramatikal sama.
Contoh:
1) Belajarlah membaca dan menulis agar kamu lancar dalam berbahasa.
2) Sawah ladang petani luluh lantak diterjang banjir bandang.

4. Majas Perjuangan

Majas Perjuangan terdiri atas beberapa majas seperti berikut.

a. Aliterasi

Majas Aliterasi adalah majas yang memanfaatkan kata-kata yang memiliki persamaan bunyi pada awal kata.
Contoh:
1) Biar bibir biduan bijak.
2) Mengalir, menimbun, mendesak.

b. Asonansi

Majas Asonansi adalah majas perulangan yang berwujud perulangan vokal sama. Asonasinya biasanya dipakai dalam puisi maupun pantun.
Contoh:
1)
Kura-kura dalam perahu,
sudah gaharu cendana pula.
Pura-pura tidak tahu,
Sudah tahu bertanya pula.
2)
Dahulu parang sekarang besi,
Dahulu sayang sekarang benci.

c. Repetisi

Majas Repetisi adalah majas yang mengandung kata atau kelompok kata sama.
Contoh:
Rajinlah belajar untuk mencapai prestasi.
Rajinlah belajar kelak kan jadi manusia berguna.

Trik Bermain LINE Lets Get Rich


Jika kalian pernah memainkan game Modoo Marble, maka pastinya sudah tidak akan asing lagi ketika memainkan game ini. Ya, Game LINE Let’s Get Rich dapat disebut sebagai versi Mobile dari Modoo Marble karena dibuat oleh developer yang sama. Game yang sedang nge-hits ini memang sangat asik apabila dimainkannya secara beramai-ramai. Keseruan tersebut terletak tak hanya dari rasa kebersamaannya saja, melainkan klimaks yang dicapai ketika seorang pemain dapat berhasil mendapat nominal uang yang lebih banyak dan memenangkan permainan.
Kalah atau menang memang menjadi hal biasa. Akan tetapi, sama seperti game-game sosial pada umumnya, kita pasti ingin lebih unggul dari yang lain bukan? Memainkan game ini cukup terbilang sulit, karena selain kita harus pintar memilih kota mana yang paling mahal, kita juga harus memiliki sedikit keberuntungan agar dadu yang kita kocok bisa mengeluarkan angka yang tepat sesuai dengan keinginan kita.
Agar kalian bisa selalu beruntung, ada beberapa tips dan trik yang bisa kalian gunakan untuk memenangkan permainan. Namun sebelum masuk lebih jauh kepada Tips LINE Let’s Get Rich, ada baiknya kita masuk ke bagian pengenalan terlebih dahulu. Pertama-tama, perlu diingat bahwa ada beberapa faktor dasar penentu kemenangan, diantaranya meliputi:
get rich 2

1. Kartu karakter: Setiap kartu karakter dalam Let’s Get Rich memiliki kemampuan dan efek berbeda-beda yang berpengaruh terhadap permainan. Semakin tinggi level kartu, maka semakin tinggi pula data stats yang diperoleh. Kartu yang paling bagus digunakan adalah yang memiliki grade A+, selain itu kalian juga harus rajin untuk meng-enchance kartu yang kalian miliki agar lebih maksimal. Ada tujuh kemampuan dalam setiap kartu seperti:
  • Exit Isle: kesempatan untuk keluar dari penjara lebih besar
  • Bonus Game: kesempatan menang di game center lebih tinggi
  • Lower Cost: memberikan diskon sewa bangunan dan pajak
  • Golden Chance: Kesempatan untuk mendapatkan kartu emas, seperti jual paksa, badai pasir, dan lain-lain.
  • Cheap Build: memberikan diskon ketika mendirikan bangunan
  • Dice CTRL: efek ini mampu memanipulasi keluarnya angka dadu sesuai dengan gauge rollbar ketika mengocok
  • Acquire DC: memberikan diskon ketika mengambil alih kota lawan
dadu get rich

2. Dadu: Sama halnya seperti kartu karakter, dadu juga berperan penting dalam kesuksesan bermain. Setiap dadu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Semakin canggih dadunya, semakin banyak pula kemampuan yang dimilikinya.Dadu dengan kemampuan yang canggih biasanya memerlukan cost diamond yang besar. Untuk itu, simpanlah diamond kalian sebaik-baik mungkin untuk membeli dadu terbaik.
pendant get rich

3. Pendant: Bisa dibilang pendant ini mirip dengan aksesoris pendukung yang ada pada game-game RPG kebanyakan. Pendant berpengaruh besar terhadap permainan kalian. Untuk itulah, sebisa mungkin mendapatkan pendant dengan grade A+. Kalian hanya bisa membawa maksimal empat buah pendant, tergantung dari grade kartu karakter kalian. Adapun pendant yang wajib kalian bawa adalah Black Card, Eagle’s Toe Nail, VIP Plane Ticket, dan Golden Crown.
Setelah kita mengetahui  hal-hal apa saja yang bisa membawa keberuntungan, selanjutnya penulis akan memberikan beberapa tips dan trik agar kalian bisa dengan selalu memenangkan LINE Let’s Get Rich, berikut diantaranya :
get rich kota

1. Belilah kota termahal. Usahakan untuk membeli kota yang berada dalam deretan kota festival. Apabila kalian mendapatkan kota dengan harga terendah, jangan sekali-kali kalian mendirikan tiga bangunan sekaligus karena musuh bisa dengan mudah merebutnya dan mendirikan landmark.
get rich expo

2. Setelah kalian memiliki kota termahal, usahakan kalian bisa mendapatkan kesempatan ke Marble World Cup atau Expo, agar pajak sewa bangunan yang kalian miliki bisa digandakan dua kali lipat, dan apabila kalian bisa mendapatkan kesempatan lebih dari sekali  Marble World Cup atau Expo, usahakan pajak kota yang sudah kalian lipat gandakan terfokus terhadap satu kota saja, karena harga pajak kota tersebut bisa 4 hingga 6 kali lipatnya.
kartu get rich

3. Pergunakan item power up sebaik mungkin. Beberapa kartu kesempatan, seperti Angel dan Diskon 50% dapat berguna disaat kalian terkena denda. Namun jangan menggunakannya jika dirasa masih bisa menggunakan uang untuk membayar denda.
loan ticket

4. Apabila item power up yang kalian miliki sudah tidak ada, untuk mencegah menjual semua aset yang kita miliki, kalian bisa mengunakan satu kali kesempatan memakai Loan tiket.
get rich 1

5. Tips terakhir mungkin bisa menjadi pilihan kalian, agar dapat menang dengan mudah dan cepat, yaitu kalian cukup menguasai semua pulau yang ada,  karena kalian langsung mendapatkan predikat Tourism Monopoly. Kalau sudah seperti ini lawan yang memiliki kota termahal dan nominal uang paling banyak sekalipun, bisa kalian kalahkan dengan mudah.
Itulah beberapa tips dan trik yang bisa kalian gunakan untuk bermain Let’s Get Rich, dan ingat sebelum bermain jangan lupa untuk membeli item power up, seperti Roll Doubles (lempar dadu dobel di awal), Allowance x2 (dua kali lipat uang pada putaran pertama), Even/Odd Dice, dan kartu kesempatan random (usahakan untuk mendapat kartu kesempatan Angel). Sudah siapkah kalian bertanding?? So, let’s roll the dice!!




Tambahan :
Cara Agar Selalu Benar dalam Memilih di "Game Center"

Bermain game center sebenarnya tidak hanya mengandalkan hoki atau keberuntungan saja. Ya terdapat pola-pola tertentu yang bisa kita ikuti untuk memenangkannya. Pola ini diambil dari game Modoo Marble dan kemungkinan masih berlaku untuk game LINE Let’s Get Rich ini.

Jika di Game Modoo Marble menggunakan gambar dan angka, maka di game ini menggunakan istilah head dan tail. Dan berikut adalah polanya dengan huruf H untuk head dan T untuk tail :

Jika sebelumnya HHHHHH, maka selanjutnya HHT
HHHHHT selanjutnya THT
THHHHH selanjutnya TTH
HHTHHH selanjutnya HTT
HHHTHH selanjutnya HHT
THTTHH selanjutnya TTT
THTHTT selanjutnya HHT
TTTHHH selanjutnya HTT
THHHHT selanjutnya TTH
THHTTT selanjutnya THT
HTTTTH selanjutnya HTH
THTHTH selanjutnya HHT