ASAL-USUL PANUMBANGAN (Versi 2)
Syahdan, terdapatlah seorang gadis cantik di kampung tersebut, yang bernama Nyi Mas Numang. Ia berparas ayu dan tutur katanya lemah lembut memikat hati. Tak heran, banyak pemuda yang berminat mempersuntingnya. Salah seorang di antaranya adalah seorang pangeran yang gagah perkasa.
Sang Pangeran mengajukan keinginannya, tetapi sayang, ternyata hanya bisa pulang dengan tangan hampa. Ternyata, sang gadis pujaan telah memiliki pilihan hati yang amat dicintainya. Tak lain, pemuda yang beruntung itu adalah temannya semenjak kecil. Orang-tua Nyi Mas Numang sendiri sebenarnya menginginkan anaknya berjodoh dengan pangeran tersebut, tetapi kesetiaan anaknya tak dapat ditawar-tawar.
Sang Pangeran sakit hati dan murka. Ia kemudian menendang sebuah kuali besar (bahasa sunda: kancah), hingga terbang terpental akibat kekuatan kesaktiannya. Tempat hinggapnya kuali tersebut kini dikenal dengan nama bukit Kancah Nangkub.
Nyi Mas Numang konon kemudian diusir oleh orang-tuanya. Ia kemudian pergi bersama kekasihnya ke kaki bukit Kancah Nangkub. Di tempat itu ia tak henti-hentinya menangis, karena cintanya harus ditebus dengan pengusiran oleh orang-tuanya.
Air matanya itulah yang konon kemudian menjadi mata air yang hingga kini disebut Cipanumbangan, yang berasal dari kata ‘cipa’, asalnya ‘cipanon’ (air mata), dan ‘numangan’, asalnya dari kata ‘numangan’ (Nyi Mas Numang). Mata air tersebut menjadi sumber dan hulu sungai yang mengalir di wilayang Panumbangan dan Tanjungmulya.
(Sumber)




0 komentar:
Posting Komentar